Surat Perjanjian Jual Beli Mobil yang Benar untuk Penjual dan Pembeli

Makalah.id – Bagaimana cara membuat Perjanjian Jual Beli? Memiliki mobil adalah impian setiap orang bukan hanya sekedar keluarga saja. Mobil bisa digunakan bukan hanya untuk liburan bersama keluarga tetapi bisa digunakan untuk bekerja atau bahkan membantu dalam berwirausaha. Keputusan untuk membeli mobil harus diimbangi dengan perawatan secara teratur termasuk penggantian spare part tertentu apabila terjadi masalah. Perawatan ini bukan sekedar onderdil saja, namun termasuk juga merawat tampilan mobil agar terlihat mulus, kinclong, cantik dan bersih.

Dalam proses pembelian mobil ataupun penjualan harus menggunakan perhitungan yang matang dan yang paling penting selain harga adalah check kondisi mesin dan legalitas dokumennya. Pastikan selalu membuat “perjanjian jual beli” sebelum keputusan final transaksi. Perjanjian ini sangat penting untuk meminimalisir terjadinya kesalahpahaman yang bisa terjadi antara kedua belah pihak. Biasanya perjanjian ini dibuat oleh penjual mobil yang menginginkan menjual mobilnya kepada calon pembeli. Ada beberapa format penulisan dalam surat perjanjian jual beli yang bisa digunakan sebagai referensi.

Fungsi Surat Perjanjian Jual Beli Mobil Bagi Penjual

  1. Memastikan bahwa penjual merupakan pemilik sah dari mobil yang ditransaksikan
  2. Memastikan adanya perpindahan hak ataupun kepemilikan mobil pasca dilakukannya pembayaran
  3. Memastikan penggunaan metode pembayaran yang baik dan benar
  4. Menghindari adanya komplai yang terjadi di luar scope yang telah disepakati bersama

Fungsi Surat Perjanjian Jual Beli Mobil Bagi Pembeli

  1. Memastikan bahwa penjual merupakan pemilik asli mobil yang menjualkan mobilnya
  2. Memastikan bahwa tidak ada unsur penipuan dalam jual beli
  3. Memastikan spesifikasi mobil yang dijual adalah sama dengan spesifikasi di fisik mobil
  4. Memastikan adanya jaminan kondisi mobil bagus pada mobil yang dijual

Dalam setiap transaksi selalu usahakan terdapat hitam diatas putih sebagai legalitas dasar transaksi untuk meminimalisir perselisihan yang diharapkan tidak terjadi dikemudian hari. Penulisan perjanjian jual beli berbeda dengan penulisan pada surat undangan resmi perusahaan. Berikut adalah contoh perjanjian jual beli yang bisa dijadikan sebagai referensi :

1. Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Mobil Kredit

Format penulisan perjanjian jenis tunai ataupun kredit agak berbeda pada deskripsi metode pembayarannya dan besaran nominal yang terbagi menjadi beberapa. Dibawah ini adalah contoh surat perjanjian jual beli mobil menggunakan sistem kredit yang bisa dijadikan sebagai referensi dalam transaksi jual beli :

Contoh surat perjanjian jual beli mobil kredit

Contoh surat perjanjian jual beli mobil kredit

2. Surat Jual Beli Mobil Sederhana

Surat untuk transaksi bisa dibuat dengan menggunakan format sederhana namun tetap harus bersifat formal dan mengikat. Surat perjanjian jual beli harus berisikan detail informasi terkait penjual dan juga pembeli. Contoh Surat Jual Beli Mobil Sederhana yang bisa dijadikan sebagai pedoman :

Surat jual beli mobil sederhana

Surat jual beli mobil sederhana

Surat jual beli mobil sederhana dan lengkap

Surat jual beli mobil sederhana dan lengkap

3. Surat Jual Beli Mobil Bekas

Pada point ini meskipun bersifat jual beli mobil bekas, tetap saja harus menggunakan perjanjian jual beli sebagai dasar dari transaksi. Bukan karena mobilnya yang sudah bekas kemudian dokumen dan perjanjian juga tidak diperlukan. Dibawah ini adalah surat jual beli mobil bekas yang bisa jadikan acuan :

Surat jual beli mobil bekas

Surat jual beli mobil bekas

4. Surat Perjanjian Jual Beli Mobil Over Kredit

Ketika melakukan transaksi jual beli meskipun bersifat over kredit tetap wajib harus menggunakan surat perjanjian jual beli sebagai dasar sekaligus ikatan terhadap pembeli. Contoh format penulisan perjanjian jual beli mobil dengan jenis over kredit ada dibawah ini :

Surat perjanjian jual beli mobil over kredit

Surat perjanjian jual beli mobil over kredit

 5. Kwitansi Jual Beli Mobil

Selain perjanjian jual beli, kwitansi juga diperlukan juga sebagai dasar adanya suatu transaksi. Kwitansi sendiri merupakan alat bukti sah penerimaan sejumlah uang dalam sebuah transaksi yang ditandatangani oleh penerima, kemudian diserahkan pada orang yang membayar. Kwitansi memiliki ciri ciri khas yang berbeda dengan metode pembayaran lainnya, diantaranya :

  • Kwitansi dibagi menjadi 2 bagian yaitu bagian sub kwitansi yang biasa disebut bagian kiri dengan fungsi untuk bukti bagi yang menerima uang dan sebagian lagi adalah bagian kanan dengan diberikan kepada yang menyerahkan sejumlah uang
  • Kwitansi yang dibuat rangkap tertentu, biasanya bagian paling atas adalah bagian asli dan diberikan kepada yang melakukan pembayaran sedangkan bagian bagian bawah adalah arsipnya diperuntukkan bagi yang menerima sejumlah uang
  • Detail keterangan juga harus dituliskan agar muncul kejelasan terkait informasi transaksi jual beli tersebut. Informasi ini memuat nama lengkap orang yang melakukan pembayaran, jumlah uang yang dibayarkan, tempat dan juga tanggal pembayaran, nama lengkap serta tanda tangan penerima.

Berikut adalah contoh kwitansi jual beli mobil yang bisa dijadikan sebagai referensi :

Kwitansi jual beli mobil

Kwitansi jual beli mobil

Dalam jual beli mobil harus selalu diingat harus menggunakan perjanjian jual beli dan juga memakai kwitansi sebagai dasar utama karena kedua dokumen tersebut merupakan alat bukti sah dalam pembayaran. Pastikan juga menambahkan materai sebesar Rp. 6.000 (enam ribu rupiah) sebagai tanda pengesahan suatu transaksi. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.